Hadapi Mudik Lebaran 2026, Polda Riau Gelar Rakor Operasi Ketupat Lancang Kuning

Hadapi Mudik Lebaran 2026, Polda Riau Gelar Rakor Operasi Ketupat Lancang Kuning

Kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau | Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Polda Riau menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral guna mematangkan persiapan Operasi Ketupat Lancang Kuning. Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik di Provinsi Riau.

Kegiatan yang digelar di Aula Tribrata Mapolda Riau, Senin (9/3/2026), dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dan dihadiri pejabat utama Polda Riau, para kapolres jajaran, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi terkait.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menghadapi dinamika global yang saat ini turut mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.

“Dalam situasi global yang tidak menentu, kita harus bersatu padu dan bergotong royong. Operasi Ketupat bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus dilakukan secara maksimal,” ujar Kapolda.

Ia juga mengingatkan potensi dampak ekonomi yang dapat memicu gejolak di masyarakat, seperti panic buying menjelang hari besar keagamaan. Karena itu, Kapolda meminta Satgas Pangan untuk terus memantau distribusi bahan pokok guna mencegah penimbunan maupun kelangkaan barang.

Selain aspek keamanan, kesiapan infrastruktur jalur mudik juga menjadi perhatian dalam rakor tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau melaporkan tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai 66,5 persen dari total panjang 2.897,4 kilometer. Enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) telah disiagakan lengkap dengan alat berat untuk mengantisipasi kerusakan jalan selama arus mudik.

Dinas Perhubungan Provinsi Riau memprediksi arus mudik akan terbagi dalam dua fase, dengan puncak pertama diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret 2026. Kendaraan pribadi diprediksi masih mendominasi perjalanan mudik dengan persentase sekitar 65 persen.

Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena Riau diperkirakan memasuki musim kemarau lebih awal. Wilayah rawan seperti Pelalawan dan Bengkalis menjadi perhatian karena kabut asap berpotensi mengganggu jarak pandang di jalur mudik.

Di sektor energi, PT Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman dengan menetapkan masa siaga mulai 9 Maret hingga 1 April 2026. Pertamina memprediksi kenaikan konsumsi Pertalite sebesar 9,01 persen dan Solar sekitar 8 persen selama periode mudik Lebaran tahun ini. (Red/KV)