400 Peserta Lolos TPA, Seleksi Masuk SMAN Plus Riau 2026 Memasuki Tahap Tes Kesehata

400 Peserta Lolos TPA, Seleksi Masuk SMAN Plus Riau 2026 Memasuki Tahap Tes Kesehata

kanalvisual.com - Pekanbaru - Riau | Proses seleksi penerimaan peserta didik baru SMA Negeri Plus Riau tahun 2026 terus bergulir dengan tahapan yang semakin ketat dan sistematis. Dari 488 calon peserta yang sebelumnya mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) pada 4 hingga 5 April 2026, sebanyak 400 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Tes kesehatan pun resmi dimulai pada Jumat, 10 April 2026, menandai babak baru dalam seleksi bergengsi yang setiap tahunnya menjadi incaran ribuan pelajar dari seluruh Riau.

Kepala SMA Negeri Plus Riau, Edi Sutono, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes kesehatan tahun ini dirancang dengan sistem yang lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbeda dari sebelumnya yang kerap menimbulkan penumpukan peserta, tes kesehatan kali ini dipusatkan di RSUD Arifin Achmad dengan pembagian jadwal yang lebih terstruktur. "Panitia sejak awal sudah mengatur jadwal dan teknis pelaksanaan agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana peserta dan orang tua datang bersamaan," ujar Edi kepada awak media.

Dari 400 peserta yang mengikuti tes kesehatan, panitia membaginya ke dalam tiga sesi. Sesi pertama digelar pada Jumat, 10 April 2026, diikuti 135 peserta. Sesi kedua berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, dengan jumlah yang sama yakni 135 peserta. Sementara sesi ketiga dijadwalkan pada Minggu, 12 April 2026, diikuti 130 peserta. Skema bergantian ini juga berlaku untuk tahapan seleksi lainnya yang dilaksanakan secara paralel di lingkungan sekolah, meliputi psikotes, tes fisik, tes kemampuan komunikasi Bahasa Inggris, serta wawancara pengetahuan umum dan pendalaman agama.

Tingginya animo masyarakat terhadap SMAN Plus Riau tahun ini tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai 1.040 orang, berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau maupun luar daerah. Kota Pekanbaru mendominasi dengan 314 pendaftar, disusul Kampar 167 orang, Rokan Hulu 85 orang, Dumai 81 orang, Siak 73 orang, dan Bengkalis 71 orang. Sebanyak 38 pendaftar bahkan berasal dari luar Provinsi Riau, menunjukkan bahwa reputasi SMAN Plus Riau sebagai sekolah unggulan telah dikenal melampaui batas wilayah.

Proses TPA sendiri dilaksanakan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) berbasis jaringan lokal tanpa koneksi internet — sebuah langkah yang disengaja demi menjaga integritas dan transparansi seleksi. "Seluruh akses internet dimatikan selama ujian berlangsung. Sistem ini dirancang agar seleksi benar-benar objektif dan bebas dari kecurangan," tegas Edi Sutono. Langkah ini mendapat apresiasi karena menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga standar seleksi yang adil dan terukur.

Edi menambahkan bahwa seleksi ini tidak semata-mata menjaring siswa yang unggul secara akademik. SMAN Plus Riau mencari calon peserta didik yang juga memiliki karakter kuat, berwawasan kebangsaan, religius, serta mampu bersaing di tingkat global. Peserta yang tidak lolos pada tahap TPA otomatis gugur, sementara 400 peserta yang berhasil akan terus mengikuti seluruh rangkaian tes hingga penentuan akhir penerimaan siswa baru SMAN Plus Riau tahun 2026. (tri wahydi)


Siap publish bro! ????????