Kuasa Hukum Harap JPU Pertimbangkan Cacat Permanen yang Dialami Kliennya

Kuasa Hukum Harap JPU Pertimbangkan Cacat Permanen yang Dialami Kliennya
Ket. Foto : Jari tangan Kamaludin yang Cacat Seumur Hidup

Kanalvisual.com - Tebo, Jambi - Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan yang dialami Kamaludin pada Selasa tanggal 1 Agustus 2023 di Dekat Simpang Embung RT 006 Desa Sungai Abang, Kec. VII Koto, Kab. Tebo, Jambi, memasuki babak baru.

Informasi didapat Awak Media, sidang perdana akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tebo pada Senin (13/11/2023) dengan agenda mendengarkan keterangan 4 orang Saksi, yaitu, Kamaludin (Korban), Patimah (Pelapor/Ibu kandung Kamaludin), Setyo Arif Wibowo, Ricardo Hartoni, untuk menghadap kepada Dicky Wirawan, S.H/Jaksa Muda/JPU , sesuai dengan Surat Panggilan Saksi nomor : B-2078/L.5.17/E k u.2/XI/2023.

Dikonfirmasi Awak Media terkait hal tersebut, Dicky Wirawan, S.H, tidak membalas pesan chat WhatsApp yang dikirim pada Kamis (09/11/2023). Padahal, pesan chat tersebut telah contreng dua.

Demikian halnya dengan pertanyaan, berapa orang Pelaku/Terdakwa dalam kasus tersebut, pasal apa saja yang akan didakwakan kepada Pelaku dan apa saja alat bukti yang sudah disita, adakah penyitaan terhadap senjata rakitan dalam perkara tersebut, serta apakah unsur percobaan pembunuhan masuk dalam kategori perbuatan para pelaku?

Hingga berita ini ditayangkan, Dicky Wirawan belum memberikan keterangan. Padahal, keterangan Dicky sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai Narasumber yang kompeten sangat penting untuk pemberitaan yang akurat.

Sementara itu, Kuasa Hukum Kamaludin dari Law Firm DILYS & Co. Advocates & Legal Consultant, Dimpos P Sitompul, S.H., M.H, saat dihubungi Awak Media melalui sambungan telepon, Jumat (10/11/2023) malam, membenarkan pemanggilan kliennya sebagai Saksi.

Dimpos berharap Kliennya mendapat keadilan dengan apa yang dialaminya. Dimana Kliennya (Kamaludin-red) telah kehilangan 2 jari (putus),  2 jari dan lengan hampir putus serta luka akibat bacokan di kaki, bahu dan perut, akibat penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami Kamaludin tanpa mengetahui sebab dirinya menerima perlakuan tersebut dari Tersangka.

"Kami sebagai Kuasa Hukum, menyerahkan prosesnya ke JPU. Kami percaya JPU akan bertindak adil untuk Klien kami yang telah mengalami cacat seumur hidup," ungkap Dimpos. (Wesly).