Pembangunan Semenisasi Jalan di Bhayangkara Jaya Diduga Asal Jadi, Warga Soroti Potensi Korupsi
Kanalvisual.com - Riau - Rokan Hilir. Proyek pembangunan semenisasi jalan di Kepenghuluan Bhayangkara Jaya, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, menuai sorotan. Warga menduga pengerjaan proyek tersebut asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
Proyek yang berlokasi di Jalan Anggrek RT 02 RW 02, Blok A Bhayangkara Jaya itu bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai Rp 155.200.000. Volume semenisasi tercatat sepanjang 142 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,15 meter dengan masa kerja selama 10 hari. Namun berdasarkan pantauan awak media pada Selasa, 16 Juli 2025, pengerjaan di lapangan menunjukkan banyak kejanggalan.
Dari hasil investigasi langsung, ditemukan bahwa ketebalan dan lebar jalan tidak seragam dan diragukan memenuhi ukuran sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Bagian tengah semenisasi bahkan tidak dilengkapi dengan besi tulangan (wiremesh) maupun terpal plastik, yang semestinya menjadi standar dalam pengerjaan jalan beton untuk menjaga kekuatan dan daya tahan jalan.
"Seharusnya seluruh jalan menggunakan tulang besi dan terpal plastik sesuai volume yang ada di RAB. Kenapa di Bhayangkara Jaya ini bagian tengahnya dibiarkan kosong?" ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mengeluhkan ketebalan jalan yang tidak mencapai 15 cm sebagaimana direncanakan. Bahkan ada bagian lebar jalan yang kurang dari 3 meter. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pengerjaan dilakukan untuk meraup keuntungan lebih besar, dengan mengurangi volume dan material, sehingga mengarah pada potensi tindak pidana korupsi.
Kondisi tersebut telah memicu kekecewaan masyarakat. Mereka berharap Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir segera turun ke lapangan dan melakukan audit teknis terhadap proyek tersebut.
"Kalau memang pekerjaan ini tidak sesuai, berarti ada penyelewengan. Kami minta aparat turun dan periksa. Ini bukan sekadar kekecewaan, tapi dugaan korupsi yang nyata," sambung warga.
Hingga berita ini ditayangkan pada Sabtu, 20 Juli 2025, pihak-pihak yang berwenang belum memberikan klarifikasi. Awak media telah mencoba menghubungi Datin Penghulu Bhayangkara Jaya, Damelia Ritonga, selaku pengguna anggaran, namun belum mendapat tanggapan.

Hal serupa juga terjadi saat awak media mencoba mengonfirmasi Kepala Dinas PUPR Rohil, H. Sarman Syahroni, ST, MP, yang baru saja dilantik. Pesan yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hingga kini belum dibalas.
Warga menegaskan bahwa kualitas jalan tanpa besi wiremesh di bagian tengah akan sangat rentan rusak. Tanpa tulangan besi, daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat dan perubahan cuaca akan sangat lemah.
"Kalau jalan tanpa besi, getaran kendaraan dan perubahan cuaca bisa bikin cepat retak dan hancur. Ini jelas merugikan masyarakat," tegas warga.
Dengan munculnya laporan ini, masyarakat berharap pihak berwenang tidak tinggal diam. Audit dan pemeriksaan teknis sangat diperlukan demi menjaga akuntabilitas penggunaan Dana Desa serta mencegah potensi kerugian negara akibat proyek yang dikerjakan asal jadi. (Jekson, S.H)


